Berita JabarProv-CSIRT

JabarProv-CSIRT - 7 Januari 2025, Dilansir dari Badan Siber dan Sandi Negara (BESTI Edisi 55) Kloning Suara AI adalah teknologi yang menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk menyerupai suara manusia, menciptakan tiruan yang terdengar mirip.
Teknologi bekerja dengan menganalisis sampel suara, nada, intonasi, dan aksen lalu menduplikasi suarat tersebut untuk menciptakan narasi yang baru.
Risiko Penyalahgunaan
Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk keperluan positif. Dalam konteks kejahatan siber, kloning suara berpotensi disalahgunakan untuk:
• Membuat rekaman suara palsu untuk penipuan, pemerasan, atau manipulasi
• Menyamar sebagai anggota keluarga, atasan, atau pihak berwenang
• Menyebarkan pernyataan palsu yang dapat merusak reputasi seseorang
• Mengelabui korban dengan permintaan mendesak dan bersifat emosional
Satu kata “halo” saja bisa menjadi langkah sebuah kejahatan.
Bagaimana Modus Ini Bekerja?
1. Pelaku mengumpulkan sampel suara korban (telepon, pesan suara, media sosial).
2. AI menganalisis karakteristik suara tersebut.
3. Model AI dilatih untuk meniru suara secara akurat.
4. Suara hasil kloning digunakan untuk menipu orang terdekat korban.
Tips & Langkah Pencegahan
???? Batasi Jejak Suara
Kurangi membagikan rekaman suara atau pesan suara secara publik di media sosial.
???? Edukasi
Tingkatkan kesadaran keluarga dan lingkungan kerja mengenai modus penipuan suara, termasuk ciri-ciri mencurigakan seperti:
• Permintaan mendesak yang tidak biasa
• Tekanan emosional berlebihan
• Kualitas audio yang terdengar janggal atau berbeda
Jika Sudah Terjadi
• Informasikan keluarga, teman, dan rekan kerja agar tidak mudah tertipu
• Dokumentasikan bukti (rekaman, tangkapan layar, waktu kejadian)
• Buat laporan resmi ke pihak kepolisian atau unit keamanan setempat.