Hero section image background

Kerentanan Remote Code Execution pada Cisco Identity Services Engine (CVE-2026-20181)

Rabu, 17 Juni 2026

Keamanan Informasi

1

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Kerentanan Remote Code Execution pada Cisco Identity Services Engine (CVE-2026-20181)

Cisco merilis security advisory multi-CVE untuk Cisco Identity Services Engine (ISE) dan Cisco ISE Passive Identity Connector (ISE-PIC).

Salah satu kerentanan paling serius adalah CVE-2026-20181 yang memungkinkan attacker dengan kredensial administratif untuk mengeksekusi perintah sembarang (arbitrary command execution) pada underlying operating system appliance ISE. Setelah berhasil mendapatkan akses user-level, attacker dapat meningkatkan hak akses menjadi root dan mengambil alih penuh kendali atas node ISE.

Dengan skor CVSS 9.1 (Critical) dan scope CHANGED (kerentanan pada satu komponen ISE berdampak langsung ke komponen lain), CVE ini memerlukan perhatian segera bagi seluruh organisasi yang mengandalkan ISE sebagai pengendali akses jaringan (Network Access Control / NAC).

Di mana Letak Masalahnya?

Cisco ISE menerima input melalui antarmuka web dan API. Pada versi yang rentan, validasi terhadap input administratif tersebut tidak memadai.

Attacker yang telah memiliki kredensial admin, misalnya melalui default credential, hasil phishing, atau kebocoran kredensial di repositori kode, dapat mengirimkan crafted HTTP request ke endpoint tertentu yang kemudian akan dieksekusi oleh sistem operasi di bawahnya (underlying OS).

Catatan Matriks Risiko

Meskipun metrik PR:H (Privileges Required: HIGH) mensyaratkan attacker sudah memegang akun admin ISE, ISE merupakan sistem kritikal yang mengelola autentikasi berbagai komponen dalam jaringan.

Jika satu akun admin ISE berhasil dikompromikan, attacker memiliki kemampuan untuk:

  1. Membuat profil autentikasi berbahaya yang melemahkan kontrol akses.
  2. Mengubah policy RADIUS/TACACS+ untuk memberikan hak akses kepada endpoint tidak sah.
  3. Mengeksfiltrasi kredensial RADIUS yang pernah diproses oleh ISE.

Tahapan Eksploitasi

  1. Akses Awal

Attacker memperoleh kredensial admin ISE yang valid melalui phishing, default credential, atau kompromi workstation admin jaringan.

  1. Injeksi Payload

Attacker login ke antarmuka web ISE dan mengirimkan crafted HTTP request ke endpoint yang rentan.

  1. Eksekusi OS

Payload dieksekusi pada underlying OS, yaitu Cisco ISE yang berbasis Linux/AdeOS, sebagai user dengan hak terbatas.

  1. Privilege Escalation

Attacker melakukan eskalasi hak akses ke tingkat root dengan memanfaatkan kondisi lokal.

  1. Pengambilalihan Penuh

Attacker memperoleh kendali penuh atas node ISE, termasuk akses ke database PostgreSQL internal, file konfigurasi, sertifikat, dan log autentikasi.

  1. Dampak DoS

Pada deployment single-node, node dapat menjadi unavailable (Denial-of-Service), sehingga seluruh endpoint baru tidak dapat mengakses jaringan hingga node dipulihkan.

Dampak Keamanan

  1. Kerahasiaan (HIGH)

Berpotensi menyebabkan kebocoran data autentikasi, profil endpoint, sertifikat RADIUS, dan konfigurasi policy.

  1. Integritas (HIGH)

Attacker dapat memodifikasi policy autentikasi untuk meloloskan akses ilegal serta berpotensi menanamkan backdoor persisten pada OS ISE.

  1. Ketersediaan (HIGH)

Node ISE yang mengalami gangguan dapat menyebabkan terganggunya autentikasi endpoint, termasuk Wi-Fi, VPN, dan wired 802.1X.

  1. Scope CHANGED

Kerentanan pada satu komponen dapat menyebar dan berdampak pada komponen lain dalam deployment terdistribusi (multi-node PAN/MnT/PSN).

Versi Terdampak

Kerentanan ini berdampak pada Cisco ISE dan Cisco ISE-PIC versi 3.x sebelum rilis patch Juni 2026.

Karena advisory ini merupakan bagian dari multi-CVE bundle, administrator disarankan untuk memeriksa Cisco Software Checker guna melihat matriks patch spesifik yang memperbaiki CVE-2026-20181.

Pemeriksaan melalui CLI:

show version

Pengecekan melalui GUI:

Administration → System → Identity Services Engine

Langkah Perbaikan dan Mitigasi

  1. Penerapan Patch Segera

Terapkan rilis patch Juni 2026 dari Cisco sesuai matriks panduan pada Cisco Security Advisory: cisco-sa-ise-multi-G5WP8vv.

Tip Deployment Multi-Node:

Lakukan patching pada setiap node secara bertahap dengan urutan:

PSN (Policy Service Node)
MnT (Monitoring Node)
PAN (Primary Administration Node)

Urutan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas dan availability jaringan.

  1. Rotasi Kredensial

Lakukan rotasi atau penggantian seluruh password akun admin ISE, kunci SSH, dan sertifikat internal segera setelah proses patching selesai.

  1. Audit Administratif Retrospektif

Tinjau log aktivitas pada menu Operations → Log → System Logs dan AAA Audit dengan rentang waktu sejak 1 Juni 2026 untuk mendeteksi indikasi kompromi, seperti:

  1. Login admin dari IP atau segmen jaringan yang tidak dikenal.
  2. Perubahan policy oleh akun admin yang tidak semestinya.
  3. Eksekusi perintah CLI yang tidak biasa.

Rekomendasi Tambahan

  1. Ganti Default Credential

Pastikan tidak ada lagi penggunaan kredensial bawaan pabrik seperti admin/cisco pada sistem produksi.

  1. Terapkan Role-Based Access Control (RBAC)

Batasi privilege akun administratif. Pisahkan peran network admin, policy admin, dan system admin agar kompromi pada satu akun tidak langsung berdampak pada keseluruhan sistem.

  1. Isolasi Akses Manajemen

Batasi akses ke GUI dan API manajemen Cisco ISE. Hanya workstation dari VLAN manajemen khusus yang diizinkan untuk mengaksesnya. Blokir akses dari segmen user umum maupun publik.

  1. Aktifkan Multi-Factor Authentication (MFA)

Terapkan MFA/2FA untuk seluruh akun admin ISE, terutama jika sistem diintegrasikan dengan solusi SSO/SAML.

  1. Pantau Integrasi Active Directory (AD)

Karena ISE terhubung langsung dengan AD untuk membaca data user, pantau adanya anomali query AD sensitif dari node ISE yang berpotensi memicu serangan lateral (lateral movement).

Penutup

Cisco ISE merupakan salah satu solusi Network Access Control (NAC) yang vital di lingkungan enterprise dan instansi pemerintah untuk mengendalikan akses Wi-Fi, VPN, dan wired 802.1X. Kerentanan CVE-2026-20181 menjadi pengingat bahwa kredensial administratif merupakan aset kritis yang harus dilindungi secara berlapis.

Jabar-CSIRT merekomendasikan kepada seluruh pengelola dan operator Cisco ISE di lingkungan Pemerintah Daerah untuk segera melakukan verifikasi versi, menerapkan patch, merotasi kredensial, dan melakukan audit log secara berkala.

Sumber:

  1. Cisco Security Advisory — cisco-sa-ise-multi-G5WP8vv
    https://sec.cloudapps.cisco.com/security/center/content/CiscoSecurityAdvisory/cisco-sa-ise-multi-G5WP8vv
  2. NVD — CVE-2026-20181
    https://nvd.nist.gov/vuln/detail/CVE-2026-20181

Penulis: Admin JabarProv CSIRT

Tags

  • cisco
  • cve
  • ise
Footer Site Logo

Alamat

Jl. Tamansari No.55, Lb. Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132

Nomor Telepon

(022) 2502898

Sosial Media

Copyright © JabarProv-CSIRT