Hero section image background

Kerentanan Command Injection pada Microsoft Copilot (CVE-2026-45497)

Kamis, 18 Juni 2026

Keamanan Informasi

1

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Kerentanan Command Injection pada Microsoft Copilot (CVE-2026-45497)

Microsoft merilis security update untuk memperbaiki kerentanan command injection (CWE-78) pada Microsoft Copilot, yaitu asisten AI generatif yang terintegrasi dengan ekosistem Microsoft 365 seperti Word, Excel, Outlook, dan Teams. Solusi ini telah digunakan secara luas oleh instansi pemerintah yang berlangganan Microsoft 365 Copilot untuk membantu produktivitas sehari-hari.

Kerentanan ini memungkinkan attacker yang memiliki akun terautentikasi untuk mengeksekusi kode berbahaya melalui prompt atau interaksi yang dirancang khusus. Dampak kerahasiaan dari celah ini dikategorikan HIGH dengan scope CHANGED, yang berarti kerentanan pada satu sesi Copilot dapat berdampak langsung ke komponen lain di dalam ekosistem Microsoft 365 korban.

Di mana Letak Masalahnya?

Microsoft Copilot menggunakan Model Bahasa Besar (Large Language Model / LLM) untuk menerjemahkan permintaan pengguna (prompt) menjadi tindakan operasional, mulai dari merangkum dokumen, membuat formula Excel, hingga menghasilkan kode program.

Pada Juni 2026, ditemukan kondisi di mana Copilot tidak menetralkan elemen perintah tertentu dalam interaksi yang melewati batas konteks (cross-context interaction). Kondisi ini memungkinkan attacker menyisipkan instruksi tersembunyi (indirect prompt injection) yang kemudian dieksekusi di dalam lingkungan kerja Copilot.

Catatan Matriks Risiko

Meskipun metrik AC:H (Attack Complexity: HIGH) mensyaratkan persiapan dan pengetahuan spesifik tentang cara kerja arsitektur LLM Copilot, eksploitasi lebih mungkin dilakukan oleh aktor ancaman tingkat lanjut seperti grup APT atau insider threat.

Metrik PR:L (Privileges Required: LOW) mensyaratkan attacker hanya perlu memiliki akun Microsoft 365 yang valid. Akun tersebut dapat berupa akun ASN yang telah dikompromikan maupun akun eksternal atau tamu yang memiliki akses kolaborasi tenant.

Tahapan Eksploitasi

  1. Persiapan Payload

Attacker dengan akun Microsoft 365 yang valid mempersiapkan prompt atau dokumen berisi crafted payload berupa instruksi manipulatif yang mengeksploitasi celah command injection pada Copilot.

  1. Pengiriman Vektor

Attacker mengirimkan file tersebut kepada korban, misalnya melalui email dengan lampiran dokumen berbahaya atau melalui tautan berbagi file di SharePoint atau OneDrive.

  1. Pemicuan Konteks

Korban membuka dokumen tersebut atau menerima pesan di Teams, kemudian meminta Copilot untuk memproses atau merangkum konten tersebut.

  1. Eksekusi Perintah

Payload command injection dieksekusi di lingkungan kerja Copilot yang sedang berjalan dengan memanfaatkan hak akses yang dimiliki oleh akun korban.

  1. Eksfiltrasi Data

Attacker berhasil mendapatkan kemampuan untuk membaca, memodifikasi, atau mengeksfiltrasi data sensitif yang dapat diakses oleh Copilot korban, seperti email, dokumen SharePoint, dan chat Teams.

Dampak Keamanan

  1. Kerahasiaan (HIGH)

Akses baca penuh terhadap data Microsoft 365 korban yang dapat dijangkau oleh Copilot. Karena Copilot umumnya memiliki izin untuk merangkum mailbox atau repositori dokumen pengguna, dampak kebocoran informasi organisasi dapat menjadi sangat luas.

  1. Integritas (LOW)

Potensi modifikasi terbatas pada data atau draf dokumen yang sedang diproses secara aktif oleh sesi Copilot.

  1. Ketersediaan (LOW)

Gangguan layanan minimal yang hanya berdampak terbatas pada sesi Copilot aktif milik korban.

  1. Scope CHANGED

Eksekusi kode pada satu sesi Copilot dapat menembus batas isolasi dan berdampak pada komponen Microsoft 365 lainnya yang terintegrasi.

Risiko Tersembunyi

Eksploitasi melalui manipulasi asisten AI sering kali menjadi vektor eksfiltrasi data secara senyap karena aktivitas pencarian dan perangkuman informasi oleh Copilot dapat terlihat seperti perilaku normal pengguna. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan aktivitas berbahaya tidak segera memicu alarm keamanan pada endpoint.

Versi Terdampak

Karena Microsoft Copilot merupakan layanan berbasis cloud (Software-as-a-Service / SaaS), tidak ada versi on-premise yang perlu dipasang patch secara manual oleh administrator lokal. Microsoft menangani perbaikan ini langsung di sisi server (cloud-side) dan menerapkan pembaruan secara otomatis ke seluruh tenant.

Langkah verifikasi yang perlu dilakukan oleh Administrator IT atau Keamanan:

  1. Status Patching

Masuk ke Microsoft 365 Admin Center → Reports → Security untuk memastikan tenant telah diperbarui.

  1. Pemantauan Anomali

Pantau tanda-tanda upaya eksploitasi melalui Microsoft 365 Defender → Alerts.

  1. Catatan Tambahan

Bagi instansi yang menggunakan Copilot for Security sebagai solusi SOC, pastikan untuk memantau konsol manajemen karena produk tersebut memiliki permukaan serangan integrasi yang serupa.

Langkah Perbaikan dan Mitigasi

  1. Verifikasi Pembaruan Tenant

Pastikan melalui Microsoft 365 Admin Center bahwa tenant organisasi telah menerima pembaruan otomatis untuk penanganan CVE-2026-45497 dari Microsoft.

  1. Audit Aktivitas Copilot secara Berkala

Tinjau log aktivitas pada Microsoft Purview → Audit Log untuk memantau aktivitas Copilot, khususnya sejak 1 Juni 2026.

Cari indikasi anomali seperti:

  1. Prompt yang mencoba mengakses dokumen atau data sensitif yang tidak relevan dengan tugas pengguna.
  2. Aktivitas ekspor data atau perangkuman informasi dalam volume besar (bulk data extraction).
  3. Akses sesi dari alamat IP atau lokasi yang mencurigakan.
  4. Batasi Hak Akses dan Izin Data Copilot

Masuk ke Microsoft 365 Admin Center → Copilot → Permissions. Pastikan Copilot dikonfigurasi menggunakan prinsip Least Privilege dan tidak diberikan izin berlebihan ke seluruh mailbox atau repositori dokumen utama organisasi secara global.

  1. Konfigurasi Alert Kebijakan Defender

Aktifkan dan sesuaikan Alert Policies pada Microsoft 365 Defender untuk mendeteksi penggunaan Copilot yang tidak wajar, seperti pembacaan massal dokumen sensitif dalam waktu singkat.

Rekomendasi Tambahan

  1. Penerapan Label Sensitivitas (Microsoft Purview Information Protection)

Lakukan pelabelan secara ketat pada dokumen atau email. Konfigurasikan Copilot agar secara otomatis memblokir atau tidak memproses konten yang diberi label dengan tingkat kerahasiaan tinggi (Highly Confidential).

  1. Mitigasi Oversharing di SharePoint dan OneDrive

Audit kembali izin berbagi berkas di lingkungan organisasi. Kebiasaan memberikan akses berkas kepada opsi "Everyone in the organization" dapat memperluas daya jangkau serangan apabila salah satu akun staf terkena prompt injection.

  1. Edukasi Bahaya Prompt Injection

Lakukan sosialisasi kepada ASN dan pengguna agar waspada saat menggunakan Copilot untuk memproses atau merangkum dokumen maupun pesan yang berasal dari pengirim eksternal atau tidak dikenal.

  1. Terapkan Kebijakan Conditional Access

Pastikan akses ke layanan Microsoft 365, terutama layanan yang menggunakan fitur Copilot, hanya diizinkan dari perangkat yang dikelola secara resmi (managed devices) dan memenuhi standar kepatuhan keamanan organisasi.

Penutup

Seiring pesatnya adopsi asisten AI di lingkungan birokrasi pemerintah untuk membantu efisiensi kerja, permukaan serangan baru berbasis AI juga mulai terbuka. Kasus CVE-2026-45497 menunjukkan bahwa teknologi AI generatif perlu diperlakukan sebagai komponen infrastruktur kritis yang wajib dilindungi secara berlapis.

Sumber Referensi

  1. Microsoft Security Response Center — CVE-2026-45497
    https://msrc.microsoft.com/update-guide/vulnerability/CVE-2026-45497
  2. NVD — CVE-2026-45497
    https://nvd.nist.gov/vuln/detail/CVE-2026-45497

Penulis: Admin JabarProv CSIRT

Tags

  • copilot
  • cve
Footer Site Logo

Alamat

Jl. Tamansari No.55, Lb. Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132

Nomor Telepon

(022) 2502898

Sosial Media

Copyright © JabarProv-CSIRT